3 Jenis Lemari Baju Ini Dijamin Bikin Rumah Makin Cantik

3 Jenis Lemari Baju Ini Dijamin Bikin Rumah Makin Cantik

Kecantikan jadi salah satu factor penting selain kebersihan, coba bayangkan bila rumah Anda hanya memiliki beberapa barang, pasti terasa membosankan. Lemari merupakan salah satu perabot rumah yang wajib dimiliki semua orang. Model lemari pakaian yang kerapkali dipakai adalah lemari minimalis.

Banyak orang yang cenderung memilih lemari pakaian minimalis karena desain timeless-nya. Sebelum membeli lemari pakaian terbaru, tentukan model lemari pakaian minimalis yang tepat yang tidak akan membuat kamar Anda tampak sempit dan membosankan.

Lemari Baju Berbahan Kayu

Umumnya banyak orang yang mencari lemari baju dari bahan kayu karena lebih awet dan tahan lama, lemari baju kayu pun terlihat lebih elegan daripada lemari baju yang terbuat dari bahan dasar plastic atau kain. Pilih lemari baju yang terbuat dari kayu jati yang sudah jelas awet dan terkenal memberikan kesan elegan dan mewah. Bila tidak sanggup membeli lemari baju jati karena terpentok harga, mungkin Anda bisa memilih jenis kayu lain. Ada juga kayu plywood yang lebih popular dengan sebutan kayu lapis mapun multiplex merupakan jenis kayu olahan paling kuat untuk membuat berbaga furniture rumah tangga.

Lemari Warna Natural

Pemilihan warna lemari baju pun tidak boleh asal, karena warna lemari kabarnya bisa memberikan efek luas atau sempit pada suatu ruangan. Saran terbaik yang bisa Anda ikuti adala memilih lemari baju dengan warna natural seperti coklat tua atau coklat muda dari bahan dasar kayu. Atau gunakan saja warna putih, krem maupun abu-abu muda bila Anda tidak suka dengan warna coklat yang terlalu biasa.

Lemari Model Ramping dan Tinggi

Desain lemari baju yang fungsional hakikatnya dapat memaksimalkan perabot dengan fungsinya. Supaya lemari dapat memuat banyak ruang, akan lebih baik bila Anda memilih lemari baju minimalis dengan model ramping dan tinggi karena lemari yang terlalu lebar dengan bentuk horizontal akan membutuhkan banyak ruang.

Sebetulnya masih banyak sekali model lemari baju cantik yang bisa Anda pertimbangkan, apa pun model lemari baju minimalis yang dipilih rawat lemari baju dengan baik dan benar sehingga tidak mudah rusak.

Sumber : Indolexa

Apa Itu E-faktur dan Fungsinya Untuk Wajib Pajak

Apa Itu E-faktur dan Fungsinya Untuk Wajib Pajak

Tahukah Anda bahwa sesuai peraturan yang telah diterbitkan oleh Direktorat Jendereal Pajak, dengan nomor PER-31/PJ/2017, tertanggal 1 April 2018, semua e-faktur yang telah diterbitkan bagi wajib pajak orang pribadi yang tidak mempunyai NPWP, maka diwajibkan untuk mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau bisa juga menggunakan paspor bagi WNA. Peraturan ini sengaja dibuat dengan beberapa pertimbangan untuk pembeli maupun penjualnya.

Bagi pembeli, faktur pajak adalah bukti jika pembeli sudah melakukan kewajiban perpajakan dengan cara membayar PPN atau pembelian BKP (Barang Kena Pajak) maupun Jasa Kena Pajak (JKP). Ada pun kepentingan lainnya adalah sebagai barang bukti tanggung renteng Pajak Pertambahan Nilai di masa depan, maka perlu adanya faktur pajak yang di dalamnya mencantumkan identitas dari pembeli jadi lebih aman dan terlindungi.

Sedangkan untuk penjualnya, apalagi penjual sekaligus pengusaha yang kena pajak diharuskan untuk membuat faktur pajak yang sudah mencantumkan keterangan sesuai kondisi sebenarnya, tidak terkecuali dengan identitas pembeli seperti nama, alamat juga NPWP pembelinya.

Apabila pembeli pribadi tidak mempunyai NPWP maka si wajib pajak diharuskan untuk mencantumkan NIK atau paspor bagi WNA. Jika Anda mengisi kolom NPWP dengan serangkaian nomor namun nomor paspor atau NIK dikosongkan, maka e-Faktur Anda tidak bisa diterbitkan. Jika e-Faktur telah diterbitkan tanpa mencantumkan keterangan asli dengan kondisi sebenarnya maka e-faktur tersebut termasuk jenis e-faktur yang telah diterbitkan tidak berdasarkan pada transakis sebenarnya, jadi akan ada konekuensi atas kondisi tersebut.

Sedangkan untuk PKP termasuk pedagang eceran, atas data transaksi penyerahan secara eceran pada konsumen akhir akan tetap diberlakukan peraturan DJP nomor PER-58/PJ/2010, jadi tidak perlu lagi untuk mencantumkan NIK atau juga nomor paspor pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.

Secara umum, semua ketentuan ini untuk membantu melindungi PKP supaya diperlakukan sama di antara pengusaha, karena prakteknya, disinyalir banyak sekali pengusaha pribadi yang sengaja membeli barang besar-besaran untuk dijual atau diolah lagi namun mengaku tidak punya NPWP supaya tetap tidak termasuk dalam system perpajakan.

Sumber : smconsult